Search This Blog

Thursday, August 16, 2018

Obat luka dan bisul

“Penggunaan saleb bagi penyembuhan luka dan bisul”

"Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
Sesuai judul saya akan membahas cara mengobati luka dan bisul. Seperti yang kita ketahui luka merupakan salah satu jenis cidera pada kulit yang mengalami robek, teriris, tertusuk, atau ketika terkena benda tumpul sehingga menyebabkan memar. 

Sedangkan bisul adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Benjolan itu akibat infeksibateri yang memicu peradangan pada folikel rambut,yaitu lubang tempat tumbuhnya rambut, dan bagian kulit yang paling sering terkena bisul adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, dan paha. Ini terjadi karena bagian-bagian tersebut sering mengalami gesekan dan berkeringat. Selain itu bisul juga bias tumbuh pada kelopak mata. Kondisi inilah yang biasa kita kenal dengan istilah bintitan. Penyebab utama bisul adalah bakteri Staphylococcus Aureus. Bakteri ini dapat ditemukan pada kulit dan didalam hidung manusia tanpa menimbulkan masalah. Infeksi terjadi jika bakteri masuk hingga ke folikel rambut melalui luka gores atau gigitan serangga. Bisul bias terjadi pada siapa saja dan ada beberapa factor yang diduga dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit ini. 

Factor-faktor tersebut meliputi :
1.Kontak langsung dengan penderita.
2.Kebersihan yang tidak terjaga.
3.Memiliki system kekebalan tubuh yang lemah.
4.Mengalami masalah kulit (kulit berjerawat atau eksim)

Ketahuilah bahwa saleb sangat besar sekali faedahnya untuk membersihkan luka-luka dan bisul-bisul, juga dapat membunuh kuman-kuman yang bersarang disana. Apabila luka atau bisul itu dibiarkan saja, maka ia akan menjalar dan mungkin juga akan berakibat fatal bagi kesehatan tubuh kita dan tentu akan mempengaruhi aktifitas kita sehari-hari. saleb adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Seperti yang kita semua ketahui ada banyak produk saleb-saleb diapotik yang terbuat dari bahan kimia, tetapi alangkah baiknya kita gunakan saleb alami yang kita racik sendiri dengan bahan-bahan alami yang mudah kita dapat dilingkungan sekitar. Karena saleb alami akan minim resikonya bagi kulit kita dibandingkan dengan saleb berbahan kimia, bahkan saleb berbahan alami tanpa efeksamping sekalipun.

Berikut ini adalah cara-cara penyembuhan alami untuk mengobati luka-luka dan bisul-bisul dengan menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar kita.

1.Menghentikan darah mengalir
Jika ada suatu bagian pada tubuh yang terkena benda tajam atau benda lainnya sehingga mengakibatkan luka dan mengeluarkan darah, maka untuk menghentukan aliran darah dari luka tersebut ambillah daun kenari (walnut), lalu ditumbuk halus tanpa air, setelah halus tempelkanlah pada luka tersebut maka isyaAllah darahnya akan berhenti mengalir seketika.
 
(kenari)

2.Menyembuhkan luka-luka
Ambillah daun krei, keringkan lalu giling, setelah ahalus lalu percikkanlah pada luka tersebut. Maka insyaAllah luka itu akan merapat dengan cepat.
(daun krei)

3.Membuang daging bekas luka yang membusuk
Ambillah sebiji bawang putih, tumbuk yang halus lalu balutkan pada luka.
 
(bawang putih)

4.Membersihkan luka-luka
Ambilah tawas  (alum) yang telah dibakar, belerang dan kulit kayu manis, semuanya ditumbuk halus. Kemudian minyakilah luka itu dengan madu dan terakhir percikkanlah serbuk yang telah dihaluskan tadi. insyaAllah akan sembuh segera.
(tawas)  
(kulit kayu manis)


 
(madu)

Cara-cara diatas dapat diterapkan pula jikalau seseorang terkena penyakit bisul-bisul.  Penyakit itu datangnya dari Allah dan juga penyembuhnya ada di Allah, maka selain kita berusaha untuk mengobatinya sebaiknya di iringi pula dengan doa-doa. Dan ada baiknya kita biasakan hidup sehat dan bersih serta menjaga diri kita dari penyakit, karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Sekian artikel singkat yang dapat saya tulis mengenai “Penggunaan saleb bagi penyembuhan luka dan bisul” dan semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.

"Wasalammualikum warahmatullahi wabarokatuh"



No comments:

Post a Comment